Jadi intinya rasa kecewa itulah yang mengawali semuanya menjadi seperti ini
:)
Jika waktu selalu menahanku untuk terus berjalan, maka mungkin indahnya waktu hingga saat ini tidak akan bisa terasa
Jika pikiran pendek terus menjadi dasar berargumen dan dasar berpikir, maka rasanya menjadi dewasa tidak akan pernah dirasakan
Aku tidak pernah takut untuk membuat proyeksi masa depanku
Aku hanya takut bahwa proyeksiku cepat berubah sejalan dengan komentar orang-orang di sekelilingku
Yang aku tahu hanya satu bahwa hati dan pikiran ini milikku dan milik-Nya
Aku percaya bahwa hati dan pikiran ini akan menjadi dasar teoriku yang membuat aku lebih percaya diri
Walaupun angka 1 hanyalah sebuah angka dan range time, tapi aku rasa ini langkah untuk menjadi lebih baik lagi :’)
Maafkan aku yang begitu lugu untuk sadar bahwa angka 1 adalah hal yang begitu berarti dan sulit untuk diraih.
Aku hanyalah aku yang tidak pernah tahu apa itu rasa dan permainan hati ini
Mungkin aku yang pernah sekeras dan sedatar lautan buffer #opomanehiki
Terimakasih untuk mengajarkan banyak hal tentang arus sebuah hati
Aku mencintaimu layaknya manusia biasa yang banyak cacat
:)
Kadang kita akan merasakan suatu waktu, orang yang kita tidak sukai adalah sisi jelek kita yang sedang Allah tunjukkan pada kita
Ternyata kita sedang menjadi orang yang disakiti oleh ‘kita’ saat itu. Rasanya sakit dan sangat tidak enak.
Membenci orang seperti itu bukan jalan yang baik dan bahkan bukan pilihan yang terbaik
Terus gimana dong? -_-
Udah kadung ga suka nih masalahnya
(via putrimandut)